Wanita memang istimewa, mereka memang dipersiapkan Allah untuk tugas itu, baik secara fisik maupun mental, dan tugas yang agung ini tidak boleh dilupakan ataupun diabaikan oleh faktor material dan kultural apa pun. Sebab, tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan peran wanita dalam tugas besarnya ini. Dengan kata lain, padanyalah masa depan umat ini dan dengannya pula terwujud kekayaan yang paling besar yakni kekayaan yang berupa manusia (sumber daya manusia). Sebagaimana telah sampai kepada kita, kisah yang begitu mengharukan serta mempesona dari seorang wanita bernama Tumadhir binti Amru atau Al-Khansa dengan keempat putranya yang syahid fii sabilillah. (Lihat SwaraQuran edisi no.6 tahun 2006)
22 September 2008
Saat wanita harus bekerja
Posted by Husni Ilyas under Uncategorized | Tag: Islam, keluarga, wanita |[2] Comments
2 Desember 2008 at 7:02 am
klo liat hal2 yang perlu diperhatikan jika dalan hal wanita bekerja, kayaknya tidak mungkin ada yang bisa memenuhi.
Karena sudah jelas kalo wanita bekerja, keluarga pasti numor dua (klo ada yang bilang ttp nomor satu, perlu di pertanyakan kejujurannya)
Jadi biar tidak bertentangan dengan keyakinan yang sudah kita pegang teguh (Islam), ya … ikuti saja QS Al-Ahzab:33.
Bener bosssss?
2 Desember 2008 at 8:30 am
Betul…setujuuu…semuanya sudah diatur dalam aturan yang kuat yang sebenarnya telah kita pegang teguuh…
Pendapat beberapa ulama ada yang membolehkan juga … tapi untuk bidang tertentu dengan beberapa batasan…tapi kalo lihat jaman kini…batasan itu banyak dilanggar…misalnya jadi staf Administrasi di Perusahan atau Pemda…sulit khan fleksibel.